Warung Bebas

Minggu, 04 Maret 2007

Manajemen Diabetes

Terapi herbal untuk penderita Diabetes :


I - Daun Sambiloto 1/3 genggam, Daun Kumis Kucing 1/3 genggam, Brotowali 8 cm, Air 5 gelas. Semua bahan dicuci bersih lalu direbus hingga mendidih, Air tinggal ± 3 Gelas. Minum 2 s/d 3 kali sehari. Masing2 3/4 Gelas.


II - Sambiloto 3 x 1, Mimba 3 x 1, Brotowali 3 x 1, Temulawak 3 x 1.


Tapi bila disertai Komplikasi.
A. Bahan diatas + Daun Sendok 3 x 2 bila menderita Mata Kabur.
B. Bahan diatas + Sambung Nyawa 2 x 1 bila disertai Kolesterol Tinggi.
C. Bahan diatas + Meniran 1 x 1, Ciplukan 1 x 1, tambah rebusan Kumis Kucing bila disertai Gangguan Ginjal.
D. Bahan diatas + Daun Dewa 3 x 1 bila disertai Hipertensi atau Menelan Garlic atau Bawang Putih sebesar Ibu Jari sebanyak 2 buah.
E. Bahan diatas + Sambiloto Serbuk atau Mimba Serbuk bila disertai Gatal/pembusukan/Luka. Oles pada Luka/Gatal setelah dibersihkan bila perlu diperban.

Semoga Berhasil jangan lupa Berdoa lho.

Sumber : Wahyu Eka sakti

NB : Bila berminat utk terapi herbal di atas, kami siap membantu menyediakan ektrak herbalnya. Info lebih lanjut hub. sehatherbal@yahoo.co.id atau 081310343598

Kamis, 01 Maret 2007

Empat Sekawan Pereda Asam Urat

Empat Sekawan Peredan Asam Urat
Trubus,Senin, 01 Mei 2006 07:31:45


Derita itu ia alami sejak 2 tahun lalu.Semula Suhartini menduga deritanya hanya pegal-pegal biasa. Sebab, setelah diolesi param, pegal pun menghilang. Namun, makin lama, rasa sakitnya semakin menghebat. Apalagi setelah mengkonsumsi soto dan emping yang menjadi santapan favoritnya.

Karena berharap sembuh,pada Januari 2006,Suhartini memeriksakan diri ke dokter umum di Jatibening, Bekasi.Sebelum diperiksa, ia diharuskan mengecek darah dahulu. Hasil pemeriksaan dokter, Suhartini terkena asam urat berlebih. Kandungan asam uratnya mencapai 9 mg/100 ml darah. Padahal normalnya 6,5 - 7 mg.

Pilih herbal
Oleh dokter,ibu dua anak itu diberi obat berupa kapsul yang dikonsumsi 3 kali sehari. Seminggu kemudian,kondisi Suhartini membaik.Namun, setelah obat tandas, rasa linu di jari tangan kembali kambuh. Ia pun berhenti mengkonsumsi obat kimia lantaran khawatir merusak ginjal.

Suhartini pun beralih mengkonsumsi ramuan sambiloto, tempuyung, lada,dan komfrey yang sudah dikapsulkan. Ia rutin mengkonsumsi obat itu 3 kali sehari masing-masing 1 kapsul. Dua pekan berselang,sakit di jari tangan mulai reda dan kini sudah hilang sama sekali.

Menurut dr Suharti K Suherman SpFK, dari Departemen Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, asam urat merupakan hasil akhir metabolisme purin. Senyawa itu banyak terdapat dalam makanan seperti jeroan, emping, dan sarden.Asam urat berfungsi membentuk inti-inti sel.Namun,yang diperlukan tubuh hanya sedikit.Sisanya dikeluarkan melalui usus (30%)dan ginjal (70%).

Tingginya kadar asam urat dalam darah disebabkan sintesis asam urat berlebih, sedangkan ekskresi di ginjal sedikit. Asam urat berlebih itu berpadu dengan natrium membentuk kristal natrium urat pada jaringan lunak persendian. Terbentuklah endapan yang disebut topus.Akibatnya terjadi peradangan ?biasa disebut arthritis gout ?akut.yang ditandai rasa nyeri di persendian.

Lazim dipakai
Untuk mengobati asam urat,herbalis menggunakan sambiloto.?Namun, sambiloto tidak digunakan tunggal,? ujar Iskandar,pengobat herbal di kompleks Permata Ancol,Jakarta Utara. Ia meramunya dengan tempuyung, temulawak, dan lada yang dibuat dalam bentuk kapsul. Menurutnya,anggota famili Acanthaceae itu berperan meredakan sakit. Ramuan serupa digunakan dr Erna Cipta Fahmi,dokter umum dan herbalis di Ciputat, Tangerang.Namun,ia menggunakannya untuk pasien yang belum akut. Untuk pasien asam urat kronis, biasanya ditambahkan daun salam dan akar alang-alang untuk memperbaiki kerja ginjal.

Sambiloto yang terbukti empiris meredakan gangguan asam urat, juga dilirik produsen obat PT Indofarma. Menurut Agus Kuanto, manajer produk PT Indofarma, pihaknya meramu obat asam urat dari sambiloto Andrographis paniculata, temulawak Curcuma xanthoryza, tempuyung Sonchus arvensis, lada Piper nigrum, dan rumput teki Cyperus rotundus. Dari kelima jenis tanaman obat itu, jumlah sambiloto paling dominan, yaitu 35%.

Antidepresan
Menurut dr Suharti K Suherman SpFK, sambiloto mengandung lakton dan kolmegin yang memberi efek antidepresan untuk mengurangi peradangan dan pembengkakan sendi. Sedangkan daun tempuyung kaya akan kalium yang berkhasiat sebagai peluruh urine sehingga meningkatkan ekskresi asam urat saat berkemih.

Temulawak yang mengandung kurkumin dan minyak asiri bekerja memperbaiki kerja ginjal agar ekskresi asam urat meningkat. Kandungan piperin, piperanin, dan chavaicin pada lada berfungsi merangsang kelenjar pencernaan sehingga mempercepat pembakaran lemak yang menghambat ekskresi asam urat.

Meski sambiloto ampuh meredakan nyeri akibat asam urat, tetap harus dibarengi pola makan sehat.Pasien sebaiknya menghindari mengkonsumsi makanan yang mengandung purin dan perbanyak minum air putih. Dengan begitu,sintesis dan ekskresi asam urat bisa seimbang sehingga kadarnya dalam darah tetap normal. (Imam Wiguna)



NB: Herb Medicine Store (http://herbmedicine.blogspot.com) menyediakan ramuan Satekola ( Sambiloto, Temulawak, Komprey, Lada).

Kamis, 22 Februari 2007

Labu Siam Pereda Hipertensi

Natural Healing Thu, 17 Nov 2005 15:45:00 WIB

Air perasan labu siam ternyata bermanfaat. Tekanan darau Trisno dan Endang yang semula melonjak bisa kembali keangka normal. Padahal, hanya lima hari, setiap pagi dan sore, mereka minum air perasan labu itu.

Trisno (49 tahun) dan Endang (43) sama-sama pengidap hipertensi. Tanpa obat, tekanan darah Trisno mencapai 240/130 mmHg, sedangkan Endang 205/120.

Dengan obat antihipertensi generik, tensi prig kelahiran Wonosobo dan wanita asal Purwokerto, Jawa Tengah ini, turun ke angka 160/100 mmHg saja. Meski pengusaha mebel itu sudah berobat ke mana-mana dan berbagai tanaman obat telah dicoba, hasilnya tetap sama.

Di awal Januari lalu, seorang pelanggan mereka menganjurkan untuk minum perasan air labu siam. Resepnya, satu air labu siam. Resepnya, satu buah labu siam segar diparut lalu diperas, dan air perasannya diminum setiap pagi dan sore.

Setelah lima hari, tekanan darah mereka turun menjadi 140/80 mmHg. Hingga kini, keluhan gangguan hipertensi seperti sakit di belakang leher, sering pusing, dan merasa lemas tak pernah lagi mereka alami. "Dokter hanya memberi 2 x 1/2 tablet captopril 25 mg per hari untuk menjaga agar tensi kami tidak naik lagi," kata Trisno.

Siapa tak kenal labu siam? Dalam kehidupan sehari-hari, labu siam dikenal sebagai sayuran buah yang menyehatkan. Buahnya bisa dimasak sayur lodeh, oseng-oseng, atau sayur asam. Pucuk batang dan daun mudanya biasa dibuat lalap, sebagai teman makan nasi.

Di Meksiko, umbi yang berumur setahun dijadikan makanan lezat setelah direbus. Tak heran, tanaman yang di Jawa Tengah dikenal sebagai labu jipang, manisah (Jawa Timur), waluh siam (Jawa Barat), dan di dunia internasional biasa disebut chayote ini dijadikan cadangan pangan bagi penduduk Meksiko.

Tumbuhan ini ditanam orang di ladang atau di halaman rumah. Tumbuhan bernama Latin Sechium edule reinw ini batangnya menjalar dan melilit, sehingga perlu ditanam berdekatan dengan pohon lain atau disediakan punjung-punjung agar batangnya dapat melilit. Tanaman ini asli Amerika Selatan, daunnya berbentuk lekuk tangan, sedangkan buahnya berbentuk genta.

Efek Diuretik
Menurut Sudarman Mardisiswojo dalam buku Cabe Puyang Warisan Nenek Moyang, tanaman yang di Manado bernama ketimun Jepang ini, buahnya mengandung vitamin A, B, C, niasin, dan sedikit albuminoid. Karena bersifat dingin, jika dimakan terasa sejuk dan dingin di perut.

Dr. Setiawan Dalimartha, Ketua II PDPKT (Perhimpunan Dokter Indonesia Pengembang Kesehatan Tradisional Timur), menyebut daging buahnya terdiri dari 90 persen air, 7,5 persen karbohidrat, 1 persen protein, 0,6 persen serat, 0,2 persen abu dan 0,1 persen lemak. Juga mengandung sekitar 20 mg kalsium, 25 mg fosfor, 100 mg kalium, 0,3 mg zat besi, 2 mg natrium, serta beberapa zat kimia yang berkhasiat obat.

"Buahnya mengandung zat saponin, alkaloid, dan tannin. Daunnya mengandung saponin, flafonoid, dan polifenol," kata Dr Setiawan.

Dalam buku Cabe Puyang Warisan Nenek Moyang, Sudarman hanya menjelaskan bahwa buah tanaman ini baik untuk menyembuhkan gangguan sariawan, panas dalam, serta menurunkan demam pada anak-anak karena mengandung banyak air. Maksudnya tidak ada penjelasan kandungan mana yang bisa meredakan darah tinggi.

Dr Setiawan menduga, selain bersifat diuretik (peluruh air seni), kandungan alkoloidnya bisa membuka pembuluh darah yang tersumbat. Oleh sebab itulah, labu siam bisa menurunkan darah tinggi.

Seperti diketahui, melalui air seni yang banyak terbuang akibat sifat diuretik dari labu siam, kandungan garam di dalam darah pun ikut berkurang. Berkurangnya kadar garam yang bersifaat menyerap atau menahan air ini akan meringankan kerja jantung dalam memompa darah, sehingga tekanan darah akan menurun.

Sementara itu R. Broto Sudibyo, Ketua SP3T (Sentra Pengembangan dan Penerapan Pengobatan Tradisional) Yogyakarta, menyarankan pasien dengan gangguan asam urat di Klinik Obat Tradisional RS Bethesda, Yogryakarta, mengonsumsi labu siam. Katanya, air labu siam memiliki efek diuretik yang baik, sehingga melancarkan buang air kecil. Dengan begitu, kelebihan asam urat bisa segera dikeluarkan dari dalam tubuh.

Selain penderita asam urat, R. Broto menjelaskan, penderita kencing manis juga cocok mengonsumsi labu siam yang telah dikukus. Kandungan
patinya mengenyangkan, sehingga penderita diabetes melitus tak lagi mengonsumsi makanan pokok secara berlebihan.

Namun, R. Broto mengingatkan, ramuan labu siam tak cocok diberikan kepada penderita rematik lantaran sifat dinginnya malah memicu munculnya gejala sakit.
@ Hendra Priantono


Sumber: CBN

Minggu, 18 Februari 2007

Terapi Herbal Untuk Kesuburan Rahim

Berikut sharing konsultasi mengenai terapi herbal untuk kesuburan rahim, :

Yth. Ibu Aura :
Berikut saya kirimkan pengalaman dari Ibu Lukas Pengasuh Tersono Herba Mandiri dalam mengkonsumsi obat penyubur alami pada saat mengalami hal serupa dengan Ibu pada saat menyambut anak ke 3 sbb :

1. selama 1 bulan mengkonsumsi simplisia baru cina (20 gr diseduh dengan 500 cc air sisakan 250 cc dan minum 2 x pagi dan sore atau kapsul barucina 3x3 Kaps/hari) sebagai penyubur alami dan memperbaiki sikus haidnya secara teratur
2. Disaat yang sama Ibu Lukas juga mengkonsumsi daun sendok 3x1 Kaps/hari serta Tapak Liman 3x1 Kaps/hari ini berguna sebagai multivitamin dan supplemen protein yang baik untuk kandungan serta memperbaiki fungsi ginjal .
3. setelah sebulan dilakukan jedah 5 hari tidak minum obat sama sekali dan dilanjutkan lagi 15 hari minum obat herbal yang sama seperti yang diatas.
4. kemudian pada saat hari pertama haid tambahkan konsumsi herbal umbi daun dewa 3x1 Kaps/hari (ini berfungsi untuk mempercepat pematangan sel telur) lakukan konsumsi ini sampai sepuluh hari setelah mens berakhir (saat masa subur) kemudian silahkan Ibu berhubungan dan konsumsi obat dihentikan sama sekali dahulu dan jika mulai haid lagi lakukan lagi cara serupa. (catatan : pada saat minum umbi daun dewa biasanya mens sangat banyak untuk itu perlu persiapkan "segala sesuatunya" khususnya jika Ibu bekerja atau sering bepergian)
5. Pengalaman Ibu Lukas kehamilan terjadi antara bulan ke 7 setelah melakukan terapi seperti diatas.
6. Setelah terjadi kehamilan tidak boleh mengkonsumsi produk herbal sama sekali.

Demikian Ibu sharing dari Ibu Lukas yang dapat saya sampaikan semoga bermanfaat

Salam Sehat dan Bahagia
Nugroho

Semoga Sharing konsultasi herbal tersebut dapat bermanfaat.

NB: Herb medicine store (http://herbmedicine.blogspot.com) menyediakan herbal untuk kesuburan sebagai mana disebutkan pada artikel di atas. Info lebih lanjut : sehatherbal@yahoo.co.id atau 081310343598 (sm)

Rabu, 14 Februari 2007

Obat Herbal Membuat Kami Aman ... ( Bagian terakhir-3)

Pengajar pada Departemen Biologi FMIPA, Dr. Susiani Purbaningsih DEA, mengatakan , orang biasanya menggunakan pengobatan herbal karena relatif aman dan efek sampingnya kalaupun ada kecil sekali.

" Meskipun ada juga yang memilih pengobatan herbal karena takut dioperasi, terutama untuk kasus tumor, kista, kanker. Ada lagi yang enggan menggunakan obat kimia khawatir efek sampingnya, seperti orang yang sakit flu, ginjal, batuk, asma, alergi dan hipertensi. Ada lagi orang yang beralih ke obat herbal karena pengobatan kimia yang dijalaninya tak kunjung membuahkan hasil " tutur Anik, nama panggilannya.

Apapun alasannya , sebaiknya penggunaan obat herbal tidak dilakukan sembarangan karena bisa berdampak buruk. Anik mencontohkan, penggunaan seledri untuk menurunkan hipertensi. Menurut dia, seledri memang tergolong penurun hipertensi yang kuat, tetapi jika penderita ternyata sensitif terhadap seledri dan mengkonsumsinya dalam jumlah banyak serta sering, kemungkinan malah bisa mengalami hipotensi, menjadi gemetar dan sebagainya.

" Kalau penderita atau pemberi obat herbal tahu persis hal itu, maka efek samping bisa dihindari. Obat herbal selama dia asli, tidak dicampur dengan bahan kimia dan bukan poisonous plants, tidak menggangu organ tubuh seperti ginjal,"tuturnya.

Hal yang perlu diperhatikan dalam mengkonsumsi obat herbal adalah kenali kondisi tubuh dan juga tumbuhan obannya. Kalau tumbuhan yanag digunakan termasuk poisonous, harus hati-hati. Selain itu, ada pula tumbuhan yang mempunyai ciri serupa , padahal khasiatnya berbeda.

"sebagai contoh , kunyit putih itu secara biologi ada tiga jenis Curcuma zedoria, Curcuma mangga dan Kaempferia rotunda. Itu semua tidak sama khasiatnya, jadi harus tahu jenis mana yang sebaiknya digunakan. demikian pula dengan buah merah, jenis buah merah itu ada sekitar 17 yang senyawa berkhasiatnya tidak sama,"kata Anik.

Selain itu, bahan mentah obat herbal juga harus bebas dari polusi, sebaiknya dipelihara secara organik, dan tidak menggunakan bahan kimia yang dapat terakumulasi dalam bahan mentah. Tanaman tu harus dipanen pada saat yang tepat, yakti sewaktu senyawa berkhasiatnya sudah terbentuk dan belum terdegradasi alami oleh tumbuhannya.

"Proses pencucian harus terjamin, proses pengeringannya juga harus baik atau dalam temperatur rendah. semua proses itu harus dikerjakan dalam kondisi bersih," ujar Anik, yang juga mengembangkan obat herbal.

Menurut dia, obat herbal mempunyai kemampuan konstruktif terhadap kerusakan di tingkat sel dan metabolisme sel. Obat herbal yagn digunakan dalam jangka panjang dapat menjaga dan mempertahankan struktur serta fungsi tubuh.

"Efek samping obat herbal bisa dikatakan kecil, tetapi penggunanya harus telaten karena efek positif terasanya relatif lebih lama dibandingkan dengan obat kimia.Meskipun ada juga orang yang merespons obat herbal itu dengan cepat,"kata Anik, yang mengingatkan, untuk memudahkan proses pencernaan obat herbal diperlukan ari dalam jumlah cukup.

Mengenai penggunaan obat herbal bersamaan dengan obat kimia, menurut Anik , selama terkontrol dan bisa saling menguatkan relatif tak bermasalah. Dia mencontohkan , penderita hipertensi yagn mengkonsumsi obat kimia dan ingin menggunakan obat herbal juga. Maka , harus diketahui obat kimia yang digunakan bersifat kuat, sedang atau rendah. Ini berkaitan dengan jenis herbal, dosis dan waktu meminumnya.

" ada beberapa tanaman obat yagn bisa digunakan mengobati hipertensi. jia obat kimia kuat, obat herbal yang diberikan berkekauatan rendah atau sedang, dan minumnya juga mesti berselang beberapa waktu dengan obat kimia. Ini juga bergantung pada metabolisme seseorang dalam merespons obat," katanya.

Tumbuhan terbukti bisa dimanfaatkan sebagai obat. Bangsa kita sudah mengenal khasiat tumbuhan sejak lama. Sayanagnya, hingga kini kita termasuk negara yang relatif tertinggal dari negara-negara lain dalam hal penelitian, pembudidayaan dan pemanfaatnya.

sumber :http://www.kompas.com/kesehatan/news/0505/30/032536.htm
 

ZOOM UNIK::UNIK DAN UNIK Copyright © 2012 Fast Loading -- Powered by Blogger