Warung Bebas

Minggu, 17 Maret 2013

10 Negara Kepulauan Terbesar di-Dunia

Inilah 10 besar negara kepulauan terbesar di dunia...

1. Indonesia!!

inilah negara kepualauan terbesar se-Dunia. prok..prok..prok..
Luas Wilayah               : 1,904,569 km2
Presentase Wilayah Air : 4,85 %
Jumlah Pulau               : 17.508 pulau
Jumlah Penduduk         : 237.556.363 jiwa
Kepadatan Penduduk    : 124 /km2

2. Madagaskar


Luas Wilayah               : 587.041 km2
Presentase Wilayah Air : 0,9%
Jumlah Pulau               : -
Jumlah Penduduk         : 17.532.625 jiwa
Kepadatan Penduduk    : 30 /km2

3. Papua Nugini 


Luas Wilayah               : 462.840 km2
Presentase Wilayah Air : 2%
Jumlah Pulau               : -
Jumlah Penduduk         : 6.732.000 jiwa
Kepadatan Penduduk    : 14,5/km2

4. Jepang


Luas Wilayah               : 377.944 km2
Presentase Wilayah Air : 0,8 %
Jumlah Pulau               : 6852 pulau
Jumlah Penduduk         : 127.530.000 jiwa
Kepadatan Penduduk    : 337,4 /km2

5. Filipina

Luas Wilayah               : 300.000 km2
Presentase Wilayah Air : 0,6 %
Jumlah Pulau               : 7.107 pulau
Jumlah Penduduk         : 93.000.000 jiwa
Kepadatan Penduduk    : 276 /km2

6. Selandia Baru


Luas Wilayah               : 270.534 km2
Presentase Wilayah Air : 1,6 %
Jumlah Pulau               : -
Jumlah Penduduk         : 4.430.400 jiwa
Kepadatan Penduduk    : 16,5/km2

7. Inggris


Luas Wilayah               : 242.900 km2
Presentase Wilayah Air : 1,34 %
Jumlah Pulau               : -
Jumlah Penduduk         : 62.262.00 jiwa
Kepadatan Penduduk    : 255,6 /km2

8. Kuba


Luas Wilayah               : 110.861 km2
Presentase Wilayah Air : -
Jumlah Pulau               : -
Jumlah Penduduk         : 11.217.1000 jiwa
Kepadatan Penduduk    : 102/km2

9. Islandia


Luas Wilayah               : 103.000 km2
Presentase Wilayah Air : 2,7%
Jumlah Pulau               : -
Jumlah Penduduk         : 312.872 jiwa
Kepadatan Penduduk    : 3,1 /km2

10. Republik Irlandia


Luas Wilayah               : 70.273 km2
Presentase Wilayah Air : 2%
Jumlah Pulau               : -
Jumlah Penduduk         : 4.339.000 jiwa
Kepadatan Penduduk    : 60,3 /km2

9 Mitologi Kuda Putih dari berbagai Bangsa

     Kuda putih memiliki signifikansi khusus dalam mitologi, agama, dan kebudayaan di seluruh penjuru dunia. Kuda putih sering dikaitkan dengan kereta perang matahari, pahlawan prajurit, kesuburan, juru selamat kiamat, serta beberapa interpretasi lainnya. Berikut ini adalah 9 mitologi tentang Kuda Putih dari berbagai bangsa di dunia...

1. Suku Indian


     Dalam mitologi suku Indian Kaki Hitam atau Niitsítapi, dewa salju dan es, Aisoyimstan, memiliki wujud seorang pria berwarna putih dengan rambut putih dan berpakaian putih serta menunggangi seekor kuda putih.

2. Bangsa Kelt


     Dalam mitologi Kelt, Rhiannon, seorang tokoh dalam kumpulan legenda Mabinogion, menunggangi seekor kuda "putih pucat". Oleh karena itu, ia dikaitkan dengan dewi kuda kesuburan Romawi Kelt. Epona serta dengan pemujaan kuda dalam kebudayaan India-Eropa awal.

     Dalam cerita rakyat Skotlandia, kelpie atau each uisge, iblis air supranatural mematikan yang memiliki bentuk mirip kuda, terkadang digambarkan berwarna putih, meskipun dalam beberapa cerita disebutkan berwarna hitam.

3. Nordik


     Dalam mitologi Nordik, Sleipnir adalah kuda berkaki enam anak dari Loki dan Svadilfari. Penunggang Sleipnir adalah dewa Odin, pemimpin para dewa, dan Odin sering menunggangi Sleipnir untuk pergi ke Hel, alam arwah. Sleipnir disebut sebagai kuda terbaik yang pernah ada dan digambarkan berwarna abu-abu. Sleipnir juga merupakan leluhur dari kuda abu-abu lainnya, yakni Grani, milik pahlawan Sigurd.

4. Iran


     Dalam Zoroastrianisme, salah satu dari tiga representasi Tishtrya, hipostasis dari bintang Sirius, adalah kuda putih jantan (dua lainnya adalah pria muda dan banteng). Sang dewa memakai wujud ini selama 10 hari terakhir pada tiap bulan dalam kalender Zoroaster, dan juga dalam pertarungan kosmogoni memperebutkan kendali atas hujan. Dalam kisah ini, yang terdapat dalam himne Avesta kepada Tishtrya, sang dewa melawan, iblis kemarau, yang muncul dalam wujud kuda hitam jantan.

5. Korea


     Diceritakan bahwa pada tahun 69 SM, para kepala suku dari enam kesukuan sedang bermusyawarah untuk membentuk suatu kerajaan dan memilih seorang raja. Di hutan, di sebuah sumur yang disebut Najeong di Yangsan, tiba-tiba suatu kilatan cahaya aneh muncul dari langit, dan di tempat tersebut nampak seekor kuda putih yang sedang membungkuk. Kepala suku Sobeolgong dari desa Goheo menemukan sebutir telur besar di sana. Kuda putihnya lalu tebang kembali ke langit, dan setelah itu telurnya menetas mengeluarkan seorang bocah lelaki yang bercahaya. Sang bocah dinamai Hyeokgeose. Di kemudian hari dia berhasil menyatukan enam kesukuan itu dan mendirikan Kerajaan Silia.

6. Filipina


     Kota Pangantucan di Filipina memiliki simbol berupa kuda putih jantan. Menurut legenda, kuda tersebut menyelamatkan suku kuno di tempat tersebut dari para perampok Manabo. Sang kuda menumbangkan pohon-pohon bambu untuk memperingatkan tuannya, datu suku tersebut, mengenai kedatangan musuh. Dengan demikian, suku tersebut selamat dari pembantaian para perampok.

7. Vietnam


     Kota Hanoi menghormati seekor kuda putih sebagai roh pelindung. Di kota tersebut terdapat kuil untuk memuja roh sang kuda putih, yang disebut Kuil Bach Ma ("Kuil Kuda Putih"). Pada abad ke-11, raja Ly Cong Uan (dikenal pula sebagai Ly Thai To) memperoleh bayangan mengenai seekor kuda putih yang melambangkan sungai roh, yang menunjukan kepadanya dimana harus membangun citadelnya

8. Slavia


     Dalam mitologi Slavia, dewa perang dan kesuburan Svantovit memiliki seekor kuda putih jantan yang ditempatkan di kuilnya dan dijaga oleh para pendeta. Svantevit menunggangi kuda ini dalam pertempuran. Kuda itu juga digunakan untuk meramal. Sejarawan Saxo Grammaticus, dalam suatu uraian yang mirip dengan uraian Tacitus seabad sebelumnya, mengatakan bahwa pendeta mencari pertanda masa depan dengan cara menuntun kuda itu di antara serangkaian pagar dan melihat kaki kuda yang mana, kanan atau kiri, yang melangkah pertama kali di tiap baris.

9. Yunani


     Dalam mitologi Yunani, kuda putih bersayap, Pegasus, adalah putra Poseidon dan Gorgon Medusa Poseidon sendiri adalah pencipta kuda. Ia membuat kuda dari gulungan ombak ketika ditantang untuk membuat hewan darat terindah. Pegasus merupakan kuda putih yang paling terkenal.

9 Mitologi Naga dari berbagai Bangsa

     Ternyata tak hanya China lho yang terkenal dengan mitologi naganya, masih banyak daerah2 di dunia ini yang memiliki mitologi naga yang terkenal, seperti yang berikut ini...

1. Drakon-Yunani Kuno


     Di Yunani kuno, penyebutan "naga" pertama kali berasal dari Iliad ketika Agamemnon digambarkan memiliki motif naga biru pada sabuk pedangnya serta emblem naga berkepala tiga pada lempeng dadanya. Akan tetapi, bahasa Yunani untuk naga, yaitu drakon, dapat pula beramakna "ular", dan memang drakon dalam seni Yunani kuno digambarkan sebagai ular besar.

     Pada tahun 217, Phlabios Philostratos membahas naga di India dalam karyanya Kehidupan Apollonios dari Tyana. Disebutkan bahwa naga tersebut memiliki siung yang amat besar dengan bentuk miirp siung babi.

2. Eropa


     Naga Eropa memiliki bentuk berupa tubuh mirip ular besar dengan dua pasang kaki mirip kadal serta sepasang sayap mirip kelelawar di punggungnya. Hewan ini juga digambarkan memiliki tanduk, ekor yang panjang dan kuat, serta kulit yang keras dan berduri atau bersisik. Mulutnya dipercaya mampu menyemburkan api. Di sepanjang tulang belakangnya terdapat barisan duri besar. Naga Eropa disebutkan memilik warna-warna yang eksotis.

     Naga Eropa biasanya digambarkan hidup di sungai atau tinggal di sarang yang terdapat di bawah tanah atau di dalam gua. Beberapa naga tertentu melindungi gua atau kastil yang berisi harta.

3. Zmiy-Slavia


     Dalam mitologi Slavia, kata utuk menggambarkan naga antara lain “zmey”, "zmiy" atau "zmaj." Kata-kata tersebut merupakan bentuk maskulin dari kata untuk "ular", yang biasanya feminin.

     Di Romania, ada makhluk serupa, berasal dari naga Slavia dan bernama zmeu. Dalam cerita rakyat Polandia dan Bulgaria, serta beberapa cerita rakyat Slavia lainnya, naga disebut smok. Dalam cerita rakyat Slavia selatan, makhluk yang sama disebut lamya.

4. Writra-India


     Dalam agama Weda awal, seorang Asura bernama Writra merupakan seekor naga atau makhuk mirip naga, personifikasi dari kekeringan dan musuh India. Writra juga dikenal dalam Weda sebagai Ahi ("ular"), dan disebutkan memiliki tiga kepala.

     Dalam Kehidupan Apollonios dari Tyana karya Flavius Philostratus, terdapat uraian panjang mengenai India yang dihuni oleh naga, meskipun kemungkinan tidak berkaitan dnegan kepercayaan tradisional India

5. Azi Dahaka-Persia


     Aži Dahāka adalah adalah asal kata untuk kata dalam bahasa Persia modern, azhdahā atau ezhdehā yang bermakna "naga". Bangsa Persia percaya bahwa bayi naga memiliki warna yang sama dengan warna mata ibunya.

     Dalam bahasa Persia Pertengahan, naga disebut Dahāg atau Bēvar-Asp, kata yang kedua memiliki mmakna "[dia yang memiliki] 10.000 kuda." Beberapa naga dan makhluk mirip naga, semuanya jahat, disebutkan dalam kitab suci Zoroaster.

6. Long-China


     Di Cina, naga disebut long dan digambarkan sebagai makluk mirip ular dengan tubuh yang panjang dan bersisik serta memiliki empat kaki. Dalam termninologi yin dan yang, naga melambangkan yang.

     Naga Cina biasanya melambangkan kekuatan yang besar dan bermanfaat, khususnya kendali atas air, hujan, angin, dan banjir. Naga juga merupakan perlambang kekuatan, kekuasaan, dan keberuntungan. Kaisar Cina biasanya menggunakan naga sebagai lambang kekuasaan kekaisaran dan kekuatannya. Penggambaran naga tertua di Cina bersal dari dinasti Shang dan Zhou pada abad ke-16 SM

7. Tatsu-Jepang


     Naga Jepang memiliki bentuk mirip naga Cina, yaitu digambarkan berupa ular besar dan panjang tanpa sayap dan memiliki kaki bercakar, biasanya terdapat tiga cakar pada tiap kaki. Selain itu, naga jepang juga dianggap sebagai dewa air dan dikaitkan dengan hujan serta perairan.

     Mitos naga di Jepang merupakan pencampuran dari tradisi pribumi Jepang dengan kisah-kisah yang berasal dari Cina, Korea, dan India. Oleh karena itu dalam bahasa Jepang terdapat beberapa istilah untuk menyebut naga, antara lain tatsu, ryu, naga dan doragon.

8. Rong-Vietnam


     Naga Vietnam disebut Rong. Bentuk naga Vietnam mirip dengan naga Cina namun tetap memiliki beberapa perbedaan, di antaranya kepalanya selalu terangkat, dan memiliki jambul pada hidung, surai panjang, serta janggut, namun tak memiliki tanduk. Kaki naga Vietnam kecil dan kurus, dan biasanya berjari tiga. Sementara rahangnya terbuka lebar, dengan lidah yang tipis dan panjang. Naga Vietnam selalu membawa châu (permata) di dalam mulutnya, yang melambangkan kemanusiaan, kebangsawanan, dan pengetahuan.

      Menurut mitos penciptaan kuno Vietnam, bangsa Vietnam merupakan keturunan seekor naga dan seorang peri.

9. Anantaboga-Jawa


     Naga Jawa digambarkan sebagai sesosok mahluk sakti berbentuk ular raksasa yang tidak memiliki kaki meskipun adakala diwujudkan mempunyai kaki. Naga Jawa memakai badhog atau mahkota di atas kepalanya. Terkadang Naga Jawa digambarkan juga memakai perhiasan anting dan kalung emas.

     Naga Jawa dipercaya sebagai perwujudan dari salah satu makhluk penguasa gaib. Dalam cerita pewayangan dikenal ular Naga yang menjadi dewa bernama Sanghyang Naga Antaboga atau Anantaboga yang konon merupakan dewa penjaga di dalam perut bumi.

Luminale, Festifal Cahaya Menakjubkan di Jerman


     Luminale adalah sebuah festival cahaya yang diselenggarakan setiap dua tahun sekali sejak 2000 di Frankfurt am Main, Jerman. Acara ini selalu diadakan bersamaan dengan Light+Building, sebuah pameran dagang internasional khusus teknologi pencahayaan dan penerangan. Festival yang melibatkan seni cahaya dan instalasi cahaya ini diadakan di tempat publik dan swasta, serta sejumlah lokasi strategis di seluruh Frankfurt.



     Pada April 2008, Luminale ke-4 untuk pertama kalinya diselenggarakan di kota dan wilayah di luar kawasan Frankfurt Rhein-Main, sepertiAschaffenburg dan Mittelrhein. Terdapat 220 instalasi cahaya dan 180 pertunjukan di Luminale 2008. Jumlah pengunjungnya lebih dari 100.000 orang.





     Luminale ke-5 diselenggarakan mulai tanggal 11 sampai 16 April 2010 di 157 tempat di Mainz, Wiesbaden, dan Aschaffenburg. Luminale ke-6 turut menampilkan 170 pertunjukan mulai tanggal 15 sampai 20 April 2012. Menurut panitia penyelenggara, jumlah pengunjung mencapai lebih dari 140.000 orang.

Iran Luncurkan Kera ke Luar Angkasa


You'll Never Walk Alone - Tak lama lagi penelitian antariksa dan eksplorasi luar angkasa tak lagi menjadi dominasi Amerika Serikat melalui NASA-nya. Terbukti dengan diluncurkannya ekspedisi pertama lembaga antariksa milik Iran ke luar angkasa belum lama ini.

Tak tanggung-tanggung, percobaan ini melibatkan seekor kera yang menjadi obyek uji coba. Jadi, seekor kera diletakkan pada kursi khusus (seperti tampak pada foto) dan diterbangkan dengan pesawat luar angkasa setinggi 120 kilometer.

Seperti dilansir Republika Online, Menteri Pertahanan Republik Islam Iran Brigadir Jenderal Ahmad Vahidi mengatakan, Iran juga akan mengirim satelit Tolou (Sunrise) ke ruang angkasa dari sebuah pusat peluncuran satelit baru.


"Tahap akhir pembangunan pusat peluncuran tersebut sedang berlangsung," ujar Vahidi seperti dikutip laman Irib dari Republika Online.

Pemerintah Iran secara resmi mengumumkan keberhasilan misi membawa kera ke luar angkasa tersebut pada tanggal 29 Januari yang lalu, dan tidak sabar ingin segera meluncurkan pesawat berikutnya yang tentu saja akan diawaki oleh manusia.


Iran merupakan salah satu dari 24 anggota pendiri Komite PBB tentang Penggunaan Antariksa secara damai yang didirikan pada 1959.
 

ZOOM UNIK::UNIK DAN UNIK Copyright © 2012 Fast Loading -- Powered by Blogger