Warung Bebas

Sabtu, 18 Mei 2013

Mengajarkan Anak Rapi Sejak Usia Dini


Anak yang pintar membereskan mainan setelah selesai bermain, menaruh barang-barang pada tempatnya, dan mau membersihkan kamarnya sendiri, tidak bisa didapatkan hanya dalam satu-dua hari. Tidak juga dengan cara membujuknya dengan imbalan atau dengan cara mengancam. Menurut ahli, Anda perlu mengajarkannya sejak usia dini.

“Mulailah mengajarkan anak pentingnya merapikan barang-barang sejak awal, sehingga lama-lama mereka akan terbiasa,” kata Dr Donna Thomas-Rodgers, seorang penulis dan leadership coach. Berikut adalah konsep dasar seputar kerapian yang perlu mereka kuasai:

1. Rapikan setelah selesai
Ajarkan pada anak untuk membiasakan diri mengembalikan mainan pada tempatnya setelah selesai bermain. Atau, memasukkan pakaian ke keranjang baju kotor setelah dipakai. “Anda juga bisa mengajarkan mereka untuk mengembalikan satu mainan ke tempatnya, sebelum ia mengambil mainan lainnya,” kata professional organizer Sarah Giller Nelson. “Dengan demikian, anak akan mengetahui bahwa setiap benda itu ada tempat penyimpanannya.”


2. Siapkan penyimpanan
Langkah selanjutnya adalah menempatkan wadah di setiap kamar untuk dijadikan tempat menaruh barang-barang anak. “Bentuknya bisa berupa kontainer atau keranjang. Tempelkan label untuk setiap wadah agar anak terbiasa menaruh benda pada tempat yang tepat. Atau, gunakan label berbentuk gambar bila anak Anda masih belum bisa membaca,” kata Marie Stegner, consumer health advocate dari Maid Brigade.


3. Berikan contoh
Anak-anak belajar dengan cara meniru orangtuanya. Itu berarti, Anda harus terlebih dulu memberi contoh bagaimana cara merapikan dan mengatur barang-barang. Anda bisa memulai dengan cara mengajak mereka bersama membereskan barang belanjaan, melipat baju, atau memunguti mainan yang masih tergeletak di lantai. Sedikit demi sedikit, berikan tanggung jawab lebih pada mereka, sehingga pada akhirnya mereka akan terbiasa membereskan barang-barangnya sendiri.


4. Buatlah kalender
Mengajarkan anak-anak pentingnya merawat diri sendiri adalah bagian yang penting dalam usaha untuk menjadikan anak terbiasa rapi. Mereka perlu diajarkan bagaimana cara mencuci tangan dan wajah, menggosok gigi, dan menyisir rambut. Agar kebiasaan ini bisa terwujud, Candi Wingate, Presiden dari Nannies4Hire, merekomendasikan orangtua untuk memiliki semacam kalender.


“Tempelkan di dinding dan tandailah hari-hari ketika anak berhasil merawat dirinya secara menyeluruh. Berikan hadiah bila mereka sudah berhasil melalui fase tertentu, misalnya dalam jangka waktu satu bulan,” kata Wingate. Hadiah itu bisa berupa stiker atau aksesori rambut untuk anak perempuan.

5. Ajarkan anak konsekuensi hidup tidak rapi
Terkadang, anak akan lebih cepat belajar dari pengalaman mereka sendiri. Anda dapat menyiasatinya dengan menetapkan aturan untuk seisi rumah, namun melimpahkan tanggung jawab atas kamar tidur pada setiap anak. Tidak perlu bertindak apa pun jika anak tidak ingin membereskan mainan di kamarnya, karena nantinya mereka akan mengalami sendiri betapa tidak nyamannya tidur di kamar yang berantakan.


“Yang perlu dipahami, anak-anak itu selalu punya kecenderungan untuk tidak rapi. Orangtua harus membiarkan mereka melakukannya. Yang penting, mereka mau membereskan semuanya setelah selesai,” kata Stegner.
Sumber: kompas.com

Tips Memilih Rumah Sakit Untuk Persalinan



Merawat bayi yang baru lahir tidaklah mudah. Bayi membutuhkan perawatan yang tepat dan nutrisi untuk menghindari sakit dan tetap sehat setiap saat. Pertama kali ibu pasti perlu mempelajari teknik-teknik yang tepat tentang bagaimana cara merawat bayi mereka.

Untuk membantu orang tua terutama ibu dalam merawat bayi, berikut adalah beberapa tips perawatan umum bayi yang harus Anda ketahui dan ikuti untuk menjaga bayi Anda sehat dan aman.

1. Mengetahui kebutuhan gizi bayi Anda
Bayi berbeda dalam kebutuhan gizi mereka berdasarkan usia mereka. Bayi yang baru lahir harus disusui untuk mendapatkan nutrisi yang tepat dan dilindungi dari penyakit melalui antibodi dari ASI.


2. Berikan bayi Anda pakaian yang tepat
Tanyakan ibu Anda atau dokter anak Anda tentang apa pakaian yang harus dikenakan oleh bayi Anda pada siang hari dan pada malam hari. Periksa kulit bayi Anda dan melihat apakah anak Anda alergi terhadap setiap pakaian tertentu atau kain.


3. Pelajari cara yang tepat dan waktu yang tepat untuk mengganti popok
Anda harus sangat hati-hati ketika mengganti popok bayi Anda. Pastikan untuk tidak menarik kakinya dan bergerak lambat dari sisi ke sisi saat mengganti popok. Periksa dari waktu ke waktu apakah popok kotor atau perlu diubah.


4. Tepat memandikan bayi
Selama cuaca dingin, yang terbaik adalah untuk menambahkan air panas ke bak mandi tapi pastikan untuk mencampurnya dengan baik. Siapkan handuk dan selimut untuk menutupi bayi Anda segera setelah selesai mandi. Gunakan sabun cair yg direkomendasikan dokter dengan hypoallergenic yang lembut untuk tubuh.


5. Cuci tangan sebelum memegang bayi
Bayi perlu aman selalu dan dijauhkan dari kotoran, polusi dan kuman yang mungkin dapat memasuki tubuh mereka jadi pastikan untuk membersihkan tangan sebelum membawa bayi Anda.


6. Jangan pernah mengguncang bayi Anda
Ketika menina bobokkan si kecil sebaiknya jangan mengayun ayunkan sebab dapat menyebabkan perdarahan atau kerusakan otak dan tidak boleh dilakukan. Nyanyikan lagu pengantar tidur untuk bayi Anda atau biarkan mereka mendengarkan musik ketika akan tidur.


7. Imunisasi penting.
Selalu membawa bayi Anda ke dokter anak untuk imunisasi. Jangan lewatkan jadwal imunisasi karena vaksin sangat penting untuk melindungi bayi Anda dari penyakit tertentu dan menjaga mereka agar tetap aman dan sehat.


8. Jangan pernah meninggalkan bayi Anda sendiri.
Sebaiknya Anda jangan meninggalkan bayi sendirian, kecelakaan sering terjadi ketika bayi dibiarkan sendiri atau ketika Anda sedang sibuk melakukan hal-hal lain yang berpikir bahwa bayi Anda hanya tidur, Pastikan untuk mengawasi si kecil agar tidak terjadi hal - hal yang tidak diinginkan.
 

ZOOM UNIK::UNIK DAN UNIK Copyright © 2012 Fast Loading -- Powered by Blogger