Warung Bebas
Tampilkan postingan dengan label tips mendidik anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tips mendidik anak. Tampilkan semua postingan

Selasa, 23 April 2013

Cara Mendidik Balita Menjadi Anak Yang Sholeh

Memiliki anak sholeh merupakan dambaan setiap keluarga. Di samping sebagai penerus keturunan, kelak anak sholeh juga akan menjadi investasi di masa yang akan datang. Pada usia dini, seorang anak akan lebih mudah untuk menerima perubahan ketimbang ketika ia telah dewasa. Dan pada usia dini itulah, masa pembentukan jati diri, pola pikir dan watak sang anak sedang berproses.

Dalam masa pembentukan itulah, orangtua hendaknya memberikan perannya secara optimal. Orangtua harus mampu memberikan pengaruh positif kepada sang anak. Isilah kepala, hati dan jiwa anak anak yang sedang dalam proses pembentukan tersebut dengan nilai nilai yang baik. Orang tua harus dapat menjadi filter bagi berbagai unsur negatif yang dapat merusaknya. Jangan sampai sang anak justru memperoleh pengaruh-pengaruh negatif dari luar.

Untuk itu, langkah terbaik untuk menjadikan seorang anak menjadi sholeh/sholehah hendaknya dilakukan sejak dini. Saat memorinya belum terkontaminasi dengan pengaruh-pengaruh negatif. Anda dapat mulai membiasakan beberapa hal berikut kepada diri dan anak anda sejak dini:

1.Bangunkan shubuh sejak balita
Bangun pada waktu shubuh adalah sebuah aktivitas yang sangat berat bagi orang-orang yang tidak biasa untuk melakukannya. Untuk itu, membiasakan membangunkan anak pada waktu shubuh sejak balita adalah langkah terbaik untuk menjadikannya sebagai sebagai sebuah kebiasaan.

2.Berikan lingkungang pergaulan dan pendidikan yang islami
Lingkungan dan pergaulan adalah salah satu faktor penting dalam pembentukan karakter seorang anak. Maka, dalam hal ini anda dapat memulainya dengan mengirimkan anak anda ke TPA (Taman Pendidikan Al Quran) atau mengikuti kursus-kursus islam di Masjid dan sebagainya.

3.Jangan egois!
Orang tua adalah teladan yang pertama bagi anaknya, maka jadilah teladan yang terbaik bagi anak anda. Jangan bersikap egois. Jangan hanya memerintahkan anak anda untuk mengaji atau pergi sholat berjamaah, sedangkan anda tidak melakukannya. Karena hal tersebut akan menimbulkan pembangkangan kepada anak, minimal secara kejiwaan.

4.Safari Masjid
Bawalah anak anda untuk melakukan safari masjid minimal sepekan sekali. Hal ini bertujuan untuk menanamkan rasa cinta terhadap masjid dan sholat berjamaah dihati anak.

5.Perkenalkan batasan aurat sejak dini
Umumnya, cara berpakaian kita saat ini adalah kebiasaan yang sudah kita bawa sejak kecil. Seorang anak dibiasakan menggunakan pakaian yang ketat, dibiasakan berpakaian tanpa jilbab, maka hal tersebut akan terbawa hingga remaja dan dewasa. Kebiasaan ini akan sangat sulit sekali untuk merubahnya. Dengan alasan gerah, panas, nggak nyaman, ribet, nggak gaul, nggak PD, dan dengan seribu alasan lainnya mereka akan menolak penggunaan pakaian yang menutup aurat.

Jika kita memperkenalkan batasan aurat kepada anak kita dan membiasakannya untuk menggunakan pakaian yang menutup aurat sejak dini, insya Allah keadaannya akan berbalik. Ia akan merasa berdosa, malu, nggak nyaman, bersalah, dan menolak untuk beralih ke pakaian-pakaian yang tidak menurut aurat. Ia akan berpikir seribu kali, bahkan tidak terpikir sekalipun dan sedikitpun untuk melakukannya.

6.Selalu membawa perlengkapan sholat
Ajarkan kepada anak untuk selalu membawa perlengkapan sholat kemanapun mereka pergi sekiranya akan melewati masuknya waktu sholat.

7.Meminimalisir mendengarkan musik-musik non islami
Minimalisir mendengarkan lagu-lagu non islami seperti lagu-lagu picisan, rock, barat, dan lain-lain. Maksimalkan membaca AL Quran berjamaah, mendengarkan kaset mu’rotal, mendengarkan kaset ceramah atau nasyid islam.

8.Buatlah jadwal nonton TV
Hendaknya, orang tua tidak membiasakan menonton acara TV bersama anak yang tidak mengandung unsur pendidikan kepada anak, misalnya sinetron, film horor, film-film cengeng (romantika), dan lain-lain.

9.Ajarkan nilai-nilai islam secara langsung
Ajarkan nilai-nilai islam yang anda kuasai secara langsung kepada anak anda sejak dini. Sampaikan dengan bahasa-bahasa yang menarik, misalnya melalui sebuah cerita.

10.Bacakan hadits Rasulullah saw dan ayat Al Quran
Bacakan hadits Rasulullah saw dan ayat Al Quran, sesuai dengan kadar kemampuan si anak. Hubungkan hadits dan ayat Al Quran ketika kita memberikan nasihat atau teguran mengenai perilakunya sehari-hari.

11.Jadilah sahabat setia baginya
Perkecil menunjukkan sikap menggurui kepada anak, bersikaplah sebagai seorang sahabat dekatnya. Jadilah tempat curhat yang nyaman, sehingga permasalahan anak tidak akan disampaikan kepada orang yang salah, yang akhirnya akan memberikan solusi yang salah pula.

12.Ciptakan nuansa kehangatan
Nuansa hangat dan harmonis dalam keluarga akan memberikan kenyamanan bagi seluruh anggotanya, termasuk anak. Hal ini akan memperkecil masuknya pengaruh buruk dari luar kepada anak. Ia tidak akan mencari tempat diluar sana yang ia anggap lebih nyaman dari pada di rumahnya sendiri.

13.Sampaikan dengan dengan bijak, sabar, dan tanpa bosan
Ingat! Yang sedang anda bentuk adalah makhluk bernyawa, bukan makhluk yang tidak bernyawa. Maka sampaikan semuanya dengan penuh kesabaran, kebijaksanaan, dan jangan pernah merasa bosan untuk mengulangnya. Jangan menggunakan kekerasan, dan hindari emosi yang akan membuat anak sakit hati.

Kamis, 04 April 2013

Tips Mengenalkan Jadwal Harian Pada Anak

Beberapa hal harus kita perhatikan saat mengenalkan jadwal harian kepada anak, mengingat banyak anak usia prasekolah yang masih memiliki sikap egosentris tinggi. Mereka ingin melakukan sesuatu sesuai dengan keinginannya, semaunya, tidak mau diatur, dan sebagainya. Nah, berikut ini 4 hal penting yang harus jadi perhatian orangtua! 

1. Berikan Penjelasan
Anak tak akan paham bila kita tak menjelaskan apa yang ingin kita terapkan kepadanya. Untuk itu, berikan penjelasan secara sederhana mengenai jadwal harian, "Adek lihat, ini adalah jadwal harian kamu!" sambil menunjuk papan jadwal yang bergambar aneka tokoh kartun kesayangannya. "Pagi hari kamu mandi, sarapan terus ke sekolah deh. Nah, siangnya sepulang sekolah kamu makan siang dan tidur siang..... " Dengan penjelasan seperti itu anak akan lebih memahami kalau ada kegiatan-kegiatan yang sudah terjadwal. Berbeda bila anak tak diberikan penjelasan sama sekali, dia akan lebih sulit untuk diarahkan karena memang dia tak tahu hal apa saja yang harus dilakukannya seharian. 

2. Libatkan Anak
Sangat baik bila kita melibatkan anak saat menyusun jadwal hariannya. Selain anak merasa lebih dihargai, pelaksanaan jadwal harian pun dapat diterapkan lebih mudah. Pasalnya, anak merasa ikut dilibatkan sehingga dia merasa lebih bertanggung jawab untuk mematuhinya. Lagi pula, jika anak mangkir kita bisa mengingatkan bahwa ia juga yang menyusun jadwal itu. "Kamu kan sudah ikut membuat jadwal ini, masak tidak mau melaksanakannya!" Dengan pengingatan seperti ini akan lebih mudah membuat anak mematuhinya. 

3. Lakukan Kontrol
Memang di awal agak sulit menerapkan jadwal harian pada anak. Butuh kontrol dari kita dengan selalu mengingatkan apa saja yang harus dilakukan anak saat pagi, siang, sore, dan malam. Dengan kontrol yang baik, anak akan terbantu untuk mematuhi jadwal hariannya.
Setelah anak bisa mengikuti jadwal hariannya, kontrol harus dilepas secara perlahan. Biarkan anak memegang kontrol sendiri terhadap jadwal hariannya, karena dengan kontrol sendiri anak bisa mendapatkan banyak manfaat seperti kedisiplinan dan tanggung jawab. Berbeda ketika kita yang harus terus-menerus mengingatkan anak, manfaatnya tak bisa diperoleh anak secara maksimal. 

4. Bersikap Fleksibel
Agar jadwal harian tak terkesan membatasi aktivitas anak, sebaiknya di saat-saat tertentu kita harus fleksibel. Contoh, saat libur sekolah, hari raya, atau di saat-saat spesial yang sulit menerapkan jadwal harian. Biarkan sesekali jadwal tidur siang anak telat sedikit karena dia sedang asyik bermain dengan sepupunya yang sedang berlibur di rumah, atau biarkan anak tidak belajar karena memang sekolah sedang libur, dan lainnya. Dengan sikap fleksibel ini, anak tidak akan merasa tertekan ataupun stres. 

Sikap fleksibel juga diperlukan terhadap si prasekolah yang egosentrisnya masih sangat tinggi, ataupun terhadap anak yang sudah terbiasa dengan jadwal yang sama sekali tidak teratur sehingga sangat sulit menjadwalkan kegiatan hariannya. Begitu pula bila anak tumbuh di lingkungan yang "hidup" tanpa jadwal. Setiap hari, anak-anak tetangga bermain sepanjang hari sehingga sangat sulit bagi kita meminta anak untuk tidur siang. Contoh, pukul 2 siang kita mengharuskan anak tidur siang padahal anak-anak lingkungan sekitar sedang ramai, hilir mudik, asyik bermain. 

Nah, menghadapi kondisi-kondisi tersebut, kita tak perlu menuntut anak untuk 100% mematuhi jadwal hariannya. Bila memang hanya 50% yang bisa diikutinya, itu pun sudah merupakan keberhasilan mengingat memang sangat sulit menerapkannya secara penuh. Ingat, jadwal harian dibuat tidak untuk mengungkung anak tetapi butuh fleksibilitas sehingga kebutuhan anak tetap terpenuhi. Yang penting, kita tetap berusaha memenuhi jadwal yang sudah dibuat.

Minggu, 30 Desember 2012

Tips Mengajari Anak Cara Bekerjasama



Kerjasama adalah keterampilan penting untuk kesuksesan hidup yang membutuhkan komunikasi, kasih sayang, dan rasa hormat. Bahkan seorang anak usia tiga sampai empat tahun mulai bisa bekerja sama. Pada usia lima atau enam tahun, mereka mulai memahami nilai sebenarnya dari kerjasama dalam menyelesaikan tugas-tugas. Berikut adalah cara yang dapat Anda lakukan untuk membantu mengembangkan kerjasama pada anak-anak dan membantu mereka tumbuh menjadi orang dewasa yang produktif:
1.  Mendengarkan dengan penuh perhatian - Buka hati Anda, mata, dan telinga sehingga Anda benar-benar dapat mendengarkan bagaimana anak-anak berpikir dan merasakan tentang situasi tertentu. Satu-satunya cara Anda dapat belajar bagaimana cara mengajarkan anak sesuatu yang baru adalah mencari dan mendengarkan apa yang mereka sudah tahu dan bagaimana mereka merasakan dan  berempati. Ini akan menunjukkan rasa hormat kepada mereka, dan mereka merasa didengar dan diperhatikan.
2.  Memberi contoh - Biarkan anak-anak melihat Anda berbagi keterampilan, barang, waktu Anda, atau cinta Anda. Hal ini juga bagus untuk menjelaskan kepada anak-anak mengapa Anda berbagi, dan bekerja sama dengan orang lain.
3.  Bermain game - Bermain game dengan anak-anak bisa mengajarkan cara bekerjasama jika Anda memilih permainan yang tepat seperti lompat tali, membangun puzzle, bermain tenis ganda, atau perlombaan-perlombaan yang membutuhkan lebih dari satu pemain. Pastikan untuk memainkan beberapa game nyata dan menunjukkan sportivitas yang baik. Dengan cara ini mereka akan belajar bahwa dalam hidup akan ada saat-saat ketika mereka menang dan saat-saat ketika mereka kalah
4.  Mendorong kerja sama tim - Mengatur situasi yang membutuhkan kerja sama tim, apakah itu adalah tim olahraga, tugas tim, atau perencanaan tim. Situasi tersebut harus mencakup kegiatan yang membutuhkan komunikasi, rasa hormat dan kerjasama yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut.
5.  Membalikkan peran – Berikan anak-anak kesempatan memimpin. Biarkan mereka merencanakan kegiatan untuk  satu hari, makan malam selama seminggu, atau liburan seluruh keluarga, tergantung pada usia dan pemahaman tentang anggaran dan pedoman. Anak-anak tidak pernah terlalu muda untuk mulai belajar memimpin diri mereka sendiri dan bertanggung jawab.
6.  Berikan pujian – Beri tanggapan pada anak yang kooperatif dan puji mereka untuk itu. Anak-anak menyukai orang dewasa yang menyenangkan dan jujur. Mereka akan lebih cenderung untuk mengulangi perilaku positif jika mereka mendapat pujian dan akan berhenti melakukan perilaku negatif karena mereka akan mendapat hukuman. Itu salah satu cara mereka untuk mendapatkan perhatian, jadi mengapa tidak mendorong mereka untuk berprilaku positif. Ketika Anda melihat seorang anak yang kooperatif dengan temannya, maka katakan padanya “Anda bekerja sangat baik”
7.  Solusi kolaboratif - Biarkan anak-anak menyelesaikan masalahnya sendiri dengan tetap di bawah bimbingan dan pengawasan Anda. Cobalah memberikan kesempatan pada anak-anak untuk menyelesaiakan masalah mereka sebelum Anda turun tangan. Jika Anda harus melakukan intervensi, lakukanlah dengan mengajukan pertanyaan daripada memberikan jawaban.
8.  Biarkan anak-anak memilih - Biarkan anak-anak membuat pilihan yang sesuai usianya. Anak usia dua tahun dapat memilih antara dua hal, anak umur sepuluh tahun dapat membantu merencanakan tugas-tugas dalam rumah tangga dan remaja sudah dapat memilih pakaian mereka sendiri. Membiarkan anak-anak untuk membuat pilihan mereka sendiri dapat mengajarkan mereka untuk bertanggung jawab.
9.  Kesempatan berkumpul - Pastikan anak-anak memiliki banyak kesempatan untuk bermain dan berkumpul. Bergabung dengan teman-teman sebaya mereka akan membantu mengajari kerjasama karena mereka melihat diri mereka sama dengan anak-anak lain. Tapi ingat untuk memberikan pujian dan tidak campur tangan kecuali jika diperlukan.

Minggu, 16 Desember 2012

Mendidik Anak Dalam Kandungan



Kita semua telah mendengar tentang pendidikan usia dini tetapi apakah Anda pernah mendengar pendidikan pralahir? Ya, mendidik anak sejak dalam kandungan. Pendidikan sebelum si kecil lahir! Banyak ibu-ibu di seluruh dunia berbicara, membaca, menyanyi dan bermain musik untuk bayi mereka saat masih dalam rahim dengan harapan bahwa anak mereka akan tumbuh menjadi anak yang cerdas.
Namun caranya bagaimana? Dapatkah janin Anda mendengar suara Anda? Bisakah dia mendengar saat Anda berbicara atau bercerita? Studi terbaru menunjukkan bahwa Anda dapat mulai merangsang dan berkomunikasi dengan bayi Anda sejak dia belum lahir. Berikut adalah beberapa cara untuk merangsang bayi Anda:
Rangsang melalui rasa dan bau
Bayi dapat merasakan cairan ketuban. Oleh karena itu, rangsang bayi anda dengan rasa dan bau sebanyak mungkin. Tidak hanya untuk merangsang, tapi para ahli percaya bahwa bayi yang mengalami berbagai rasa dan bau di dalam rahim cenderung lebih menerima berbagai makanan setelah lahir.
Rangsang melaui sentuhan
Jika bayi mendorong kaki atau tangannya keluar, dorong kembali dengan lembut. Cobalah mengelus dengan lembut bayi Anda.
Rangsang melalui cahaya
Rangsang bayi Anda melalui sinar terang dari senter tetapi hal ini masih menjadi  perdebatan karena lampu terang dapat merusak mata bayi atau mengganggu tidur bayi. Untuk keamanan sebaiknya rangsangan melalui cahaya hanya menggunakan senter selama bulan terakhir kehamilan, dan ketika bayi terjaga dan aktif.
Rangsang melalui suara
Bayi Anda tidak mendengar dengan baik melalui telinganya, yang diisi dengan cairan ketuban. Apa yang dia dengar dengan jelas adalah suara yang datang melalui getaran dari tengkoraknya. Adapun suara dari luar rahim, dengan frekuensi dan bernada rendah melintas melalui cairan. Musik klasik, bass, instrument perkusi dan nada rendah pada piano akan terdengar jelas oleh bayi Anda.
Pada akhirnya pikiran Andalah yang memainkan peranan penting dalam  rangsangan tersebut . Pikiran yang penuh kasih sayang sepanjang hari  akan memberikan kenyamanan dan cinta pada bayi Anda.
 

ZOOM UNIK::UNIK DAN UNIK Copyright © 2012 Fast Loading -- Powered by Blogger