Warung Bebas

Selasa, 04 Juni 2013

Korupsi di Indonesia

Pengertian Koupsi


Korupsi adalah tindakan tidak wajar atau tidak legal yang dilakukan oleh seseorang yang memiliki kekuasaan atau memengang jabatan tertentu(seperti politisi, pejabat atau pegawai pemerintah) serta pihak lain yang menimbulkan penyalahgunaan wewenang untuk kepentingan pribadi dan atau golongan.

Unsur-unsur perbuatan yang bisa dikatakan sebagai korupsi:
  • tindakan melawan hukum
  • penyalahgunaan kesempatan, sarana, atau wewenang
  • memperkaya diri atau orang lain/korporasi
  • merugikan perekonomian atau keuangan negara
Korupsi di Indonesia
Di Indonesia korupsi berkembang secara sistemik.Korupsi telah terjadi sejak zaman hindia-belanda. Sampai saat ini Indonesia berada pada peringkat bawah negara yang bersih dari korupsi. Kondisi korupsi di Indonesia sudah berada pada tingkatan yang membahayakan karena semakin hari semakin banyak pejabat, politikus, dan juga kepala daerah yang tersangkut kasus korupsi. Lemahnya sistem pemerintahan merupakan salah satu penyebab oknum-oknum menemukan cara untuk menguntungkan diri sendiri dengan cara ilegal.

Penyebab Korupsi (Kondisi yang Memicu Korupsi)
Ada beberapa faktor penyebab menurut M.Dawan Raharjo:
1. Pemerintah memberikan celah untuk dapat dimanfaatkan melakukan korupsi
2. Lingkungan budaya yang memengaruhi psikologis seseorang
3. Pengaturan ekonomi yang mungkin memberikan tekanan-tekanan tertentu.
Faktor-faktor pemicu korupsi tidak hanya berasal dari internal tetapi juga lingkungan yang mendukung karena korupsi merupakan perbuatan yang sifatnya kompleks.

Penyebab Korupsi  menurut Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan(BPKP)
BPKP melakukan analisis tentang penyebab korupsi antara lain:
1. Aspek Individu Koruptor
  • sifat rakus manusia
  • moral yang lemah
  • penghasilan yang kurang
  • kebutuhan hidup yang mendesak
  • gaya hidup hura-hura atau konsumtif
  • malas untuk berusaha keras
  • kurang beriman
2. Aspek Organsisasi
  • Kurangnya sikap kepemimpinan atau leadership dari pemimpin
  • Tidak adanya kultur organisasi yang benar
  • Sistem akuntabilitas yang benar di pemerintah yang tidak memadai
  • Kelemahan sistem pengendalian manajer
  • Manajemen cenderung menutupi korupsi di organisasi
3. Aspek tempat Individu dan Organisasi
  • Nilai di masyarakat mendukung untuk korupsi
  • MAsyarakat kurang menyadari sebagai korban korupsi
  • Masyarakat kurang menyadari telah terlibat korupsi
  • Masyarakat kurang menyadari bahwa korupsi bisa dicegah dan dihentikan
  • Aspek peraturan-perundang-undangan
Contoh Kasus Korupsi di Indonesia

Contoh Korupsi dilihat dari jenis pidana
  • gratifikasi*
  • Penyuapan
  • Pemerasan dalam jabatan
  • Penggelapan dalam jabatan
  • Ikut serta dalam pengadaan
Kasus Nyata
  • Suap Impor Daging
  • BLBI
  • Apel Malang Hambalang
  • Oknum Petugas Pajak
  • Simulator SIM
Berkaitan dengan dampak yang diakibatkan dari tindak pidana korupsi, setidaknya terdapat dua konsekuensi. Konsekuensi negatif dari korupsi sistemik terhadap proses demokratisasi dan pembangunan yang berkelanjutan adalah :
a. Korupsi mendelegetimasikan proses demokrasi dengan mengurangi kepercayaan publik terhadap proses politik melalui politik uang;
b. Korupsi mendistorsi pengambilan keputusan pada kebijakan publik, membuat tiadanya akuntabilitas publik, dan menafikan the rule of law. Hukum dan birokrasi hanya melayani kepada kekuasaan dan pemilik modal;
c. Korupsi meniadakan sistem promosi dan hukuman yang berdasarkan kinerja karena hubungan patron-client dan nepotisme;
d. Korupsi mengakibatkan proyek-proyek pembangunan dan fasilitas umum bermutu rendah dan tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat sehingga menganggu pembangunan yang berkelanjutan;
e. Korupsi mengakibatkan sistem ekonomi karena produk yang tidak kompetitif dan penumpukan beban hutang luar negeri.

Korupsi yang sistematik dapat menyebabkan :
a. Biaya ekonomi tinggi oleh penyimpangan intensif;
b. Biaya politik oleh penjarahan atau pengangsiran terhadap suatu lembaga publik, dan;
c. Biaya sosial oleh pembagian kesejahteraan dan pembagian kekuasaan yang tidak semestinya.

  • Upaya pencegahan (preventif).
  • Upaya penindakan (kuratif).
  • Upaya edukasi masyarakat/mahasiswa.
  • Upaya edukasi LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat).

Keluarga Berencana untuk Kehidupan Sehat dan Sejahtera





Keluarga Berencana atau KB adalah sebuah program untuk
menciptakan keluarga yang sehat dan sejahtera, dengan cara mengatur jarak di
antara dua kelahiran anak. Pengaturan jarak kelahiran ini tentu bertujuan untuk
menjaga kesehatan ibu, kesehatan dan pendidikan anak-anak agar terpenuhi secara
sempurna. Perencanaan jarak kelahiran ini biasanya dengan menggunakan bantuan
alat kontrasepsi atau

Kebutuhan Gizi pada Bayi

Kebutuhan Gizi pada Bayi ~ bayi yang masih berumuran sekitar lima tahunan pertama merupakan fase atau tahap awal untuk menentukan kondisi serta perkembangan bayi untuk tahun yang akan datang/ tahun perkembangan bayi berikutnya.

Di fase ini, baby Anda akan bertumbuh dengan sangat cepat, difase ini juga, bayi akan mulai sangat responsif oleh apa yang dia terima dari sekitarnya. Tak hanya dari segi pertumbuhan fisiknya saja, namun difase ini juga bayi akan bertumbuh mendapatkan jiwa yang terkait dengan mental serta intelektualitas.
Gizi pada Bayi
Kebutuhan Gizi pada Bayi
Oleh karenanya usahakan bayi atau balita anda, diajarkan tentang sesuatu yang positif dan tak lupa anda juga harus memberikan asupan gizi yang baik supaya pertumbuhannya nanti bisa baik pula. Di fase ini biasanya dinamakan proses atau tahap tumbuh-kembang anak.

Nah, supaya di tahap tumbuh-kembang ini dapat berjalan secara optimal, bayi anda harus mendapatkan kebutuhan gizi minimum, jika anda mampu usahakan penuhi semua kebutuhan gizi bayi anda. Kebutuhan utama untuk bayi anda setidaknya dapat terkategori menjadi 3 bagian yaitu:
  • Kebutuhan akan asupan nutrisi, nutrisi ini mencakup ASI serta asupan Makanan untuk Pengganti ASI ( sereal & susu formula)
  • Pemberian imunisasi untuk anak
  • Serta kebutuhan untuk mendapatkan lingkungan dan fisik yang selalu bersih.
Seperti yang sudah sedikit disinggung diatas, kebutuhan asupan gizi pada bayi umur 5 tahun pertama merupakan kebutuhan yang akan mendukung perkembangan untuk masa-masa selanjutnya. Nah setidaknya untuk 3 tahun awal bayi, bayi anda akan mengalami perkembangan  seperti berikut:
  • Mulainya berkembang sel-sel otak dan mulainya berkembang serabut saraf otak dan cabang-cabang sarafnya.
  • Dengan mendapatkan kebutuhan gizi yang cukup, hal ini juga akan mempengaruhi kemampuannya untuk proses (fase) tahap berjalannya anak, sedikit mulai mengetahui jenis-jenis huruf.
  • Mulai berbicara dengan bahasa yang kurang dimengerti hingga bahasa penyampeannya dapat dimengerti, berkembangnya emosi, kreativitas, dan kepandaian anak untuk mengenali sesuatu.
Nah setelah ngalor ngidul membicarakan tentang tahap kembang anak heheh, sekarang saya akan memulai mengulas mengenai kebutuhan nutrisi apakah yang harus dipenuhi oleh bayi, inilah Nutrisi Gizi untuk bayi yang harus anda penuhi:

Kebutuhan Gizi pada Bayi
  • Kalori
    Karena bayi atau balita bergerak aktif, oleh karenanya anda harus memenuhi kebutuhan kalorinya secara pas. Energi sendiri bisa didapatkan melalui makanan kaya akan kandungan karbohidrat komplek, lemak, gula sederhana serta protein. Balita biasanya membutuhkan sedikitnya sekitar 1300 kal- 1500 kal dalam per harinya.
  • Lemak
    Lemak merupakan salah satu komponen yang paling utama untuk membentuk membran sel sel yang terdapat pada otak bayi, serta Selubung Mielin yang terdapat pada saraf otak. Sumber lemak bisa kita berikan untuk baby adalah dari bahan makanan santan, makanan yang terdapat kandungan omega 3 &6, mentega, kue dan roti.
    Catatan penting: memang sebenarnya pemberian lemak sangat berguna namun dalam pemberiannya jangan terlalu berlebihan karena bisa mengakibatkan kegemukan di kemudian hari, dan dapat memicu terjadinya serangan kolestrol.
  • Protein
    Fungsi utama gizi yang satu ini (Protein) adalah sebagai kandungan yang berguna untuk memelihara/menjaga sel-sel jaringan pada tubuh anak. Protein sendiri juga dapat memberikan peran penting prekursor untuk neurotransmitter demi tercapainya suatu perkembangan dan kemajuan pada otak yang baik. Sumber protein dapat anda berikan pada bayi anda melalui makanan seperti: Susu, Ikan, 2 Buah /Butir Telur, 2ons Daging Segar, Serta Kacang-Kacangan Sebanyak 100g.
  • Kalsium
    Kalsium berfugsi sebagai zat gizi yang berperan penting dalam pertumbuhan gigi dan ulang bayi anda. Olehkarenanya usahakan berikan bayi anda ASI dan Susu secara teratur, karena susu merupakan salah satu sumber utama kalsium bagi tubuh.
  • Vitamin
    Adapun vitmin yang berperan penting adalah:

    Vitamin A:  vitamin ini berfungsi untuk perkembangan sel serta kulit bayi sehat

    Vitamin C: berfungsi untuk menjaga system penyerapan zat besi

    Vitamin D: untuk membantu metabolisme kalsium ( membantu bayi untuk memperkuat tulang)

    Vitamin E: Untuk antoksidan atau daya tahan tubuh anak.
  • Zat besi
    Biasanya anak atau bayi cenderung kekurangan/ belum terpenuhi zat besinya, oleh karenanya ada baiknya anda memberikan bayi atau anak anda dengan makanan yang mempunyai kandungan zat besi yang tinggi. Adapun makanan yang mengandung zat besi adalah makanan yang kaya akan kandungan vitamin C, vitamin C ini sendiri akan berfungsi untuk menyerap zat besi dalam tubuh.
  • Karbohidrat
    Karbohiidrat merupakan kebutuhan gizi yang paling utama untuk bayi anda. Karena kandungan gizi Karbohidratlah yang nantinya akan membantu perkembangan otak serta membantu proses belajar anak. Adapun makanan kaya kandungan karbohidrat adalah sbb: sereal, kentang, roti dan tentunya nasi.
Itulah sedikit ulasan mengenai kebutuhan nutrisi untuk bayi anda semoga bisa membantu dan bermanfaat, jika kurang jelas karena pembahasan kurang pas bisa ditanyakan, dan ada salah kata saya mohon maaf hehe.

Self evaluation: Boost your own Performance, from Estyn

Estyn is the office of Her Majesty’s Chief Inspector of Education and Training in Wales and inspects quality and standards in education and training providers in Wales.

Here, they detail why the School Sport Survey is an important tool for the future of sport at schools in Wales.



If you’ve ever won a medal in any activity and at any level you will remember the immense feeling of pride and excitement it conjures. At 2012, TeamGB and ParalympicsGB excelled particularly in such diverse events  as cycling, equestrianism, rowing, and sailing as well as track and field athletics.

Leading the way with gold medals for Wales were Geraint Thomas in the men’s Team Pursuit, Tom James in the men’s Rowing Four team and Jade Jones in Taekwondo. But what does an Olympic and Paralympic medal really mean? Well, it’s a mark of excellence and an indication to the rest of the world and to yourself as to just how good you are.   However, your performance on the day you win a medal is not a one-off occurrence and does not happen by chance.  It is the result of many months and years of dedication and commitment.  Many of our athletes will have achieved personal best performances and broken  various records time and time again during training sessions and in competitions building up to the Olympic finals. These  people already know that they are the best because they have been measuring, and striving to improve, their performance for weeks, months and years.  And these athletes work with often large teams of experts – including skills coaches, fitness trainers, nutritionists, sports psychologists and managers – to evaluate and monitor constantly their performance. 

Self-evaluation in schools should be no different.  On the day that Estyn inspectors visit, schools should already know how good they are.  But crucial to effective self-evaluation, whether it’s looking at standards and provision for literacy, numeracy or physical education and sport, is using the right information and data. That’s why Estyn recognises the School Sports Survey as such a potentially valuable source of information for self-evaluation.

Effective self-evaluation helps schools to assess their strengths but also to identify their priorities for development.   The Olympic athlete and any elite sportsman or sportswoman knows the areas of performance he/she needs to improve and plans his/her training to achieve these specific targets.  Similarly, by using the range of information and data available to them, schools can plan how to strengthen provision and improve the standards pupils achieve.  Gathering pupils’ views, using the findings of external reviews and available benchmarking data are crucial to effective self-evaluation.

Schools can find out more about using the School Sport Survey to support self-evaluation in Estyn’s self-evaluation manuals. These documents are designed for schools to support their self-evaluation and improvement planning arrangements. The Estyn website also showcases best practice through case studies and thematic reports. 

So, with a strong support team, effective self-evaluation and of course, dedication and hard work, there could be a gold medal inside us all!


***

Os ydych chi wedi ennill medal mewn unrhyw weithgaredd erioed ar unrhyw lefel, byddwch yn cofio’r teimlad mawr o falchder a chyffro rwy’n siŵr. Yng Ngemau Olympaidd 2012, enillodd TeamGB 65 medal aur, arian neu efydd, gan ragori mewn campau mor amrywiol â beicio, marchogaeth, rhwyfo a hwylio, yn ogystal ag athletau trac a chae.       
           
Yn arwain y ffordd gyda medalau aur i Gymru roedd Geraint Thomas yn Nhîm Gweithgaredd y Dynion, Tom James yn nhîm Pedwarawd Rhwyfo’r dynion a Jade Jones mewn Taekwondo. Ond beth mae medal Olympaidd wir yn ei olygu? Wel, mae’n arwydd o ragoriaeth ac mae’n dangos i weddill y byd ac i chi eich hun pa mor dda ydych chi. Er hynny, nid digwyddiad unigryw yw eich perfformiad chi ar y diwrnod pryd rydych yn ennill eich medal, ac nid yw’n digwydd ar siawns. Mae’n ganlyniad i fisoedd a blynyddoedd lawer o ymrwymiad ac ymroddiad. Bydd llawer o’n hathletwyr ni wedi gwneud perfformiadau gorau personol ac wedi torri sawl record dro ar ôl tro yn ystod y sesiynau ymarfer ac mewn cystadlaethau sy’n arwain at y rowndiau terfynol Olympaidd. Mae’r bobl hyn eisoes yn gwybod mai nhw yw’r gorau oherwydd maent wedi bod yn mesur ac yn ceisio gwella eu perfformiadau ers wythnosau, misoedd a blynyddoedd. Mae’r athletwyr hyn yn gweithio gyda thimau mawr o arbenigwyr yn aml – gan gynnwys hyfforddwyr sgiliau, hyfforddwyr ffitrwydd, maethegwyr, seicolegwyr chwaraeon a rheolwyr – i werthuso a monitro eu perfformiad drwy’r amser.      
             
Ni ddylai hunanarfarnu mewn ysgolion fod yn wahanol. Ar ddiwrnod ymweliad arolygwyr Estyn, dylai’r ysgolion wybod eisoes pa mor dda ydyn nhw. Ond un elfen allweddol o hunanarfarnu effeithiol, boed yn edrych ar y safonau a’r ddarpariaeth ar gyfer llythrennedd, rhifedd neu addysg gorfforol a chwaraeon, yw defnyddio’r wybodaeth a’r data cywir. Dyma pam mae Estyn yn cydnabod yr Arolwg ar Chwaraeon Ysgol fel ffynhonnell wybodaeth werthfawr bosib ar gyfer hunanarfarnu. 

Mae hunanarfarnu effeithiol yn helpu ysgolion i asesu eu cryfderau a hefyd datgan eu blaenoriaethau ar gyfer datblygu. Mae’r athletwr Olympaidd, a phob athletwr elitaidd arall, yn gwybod pa feysydd perfformio y mae’n rhaid iddo ef/hi eu gwella ac mae’n cynllunio ei hyfforddiant ef/hi i gyrraedd y targedau penodol hyn. Yn yr un modd, drwy ddefnyddio’r ystod o wybodaeth a data sydd ar gael iddynt, gall ysgolion gynllunio i gryfhau eu darpariaeth a gwella safonau’r disgyblion. Mae casglu safbwyntiau’r disgyblion gan ddefnyddio darganfyddiadau adolygiadau allanol a data meincnodi sydd ar gael yn allweddol i hunanarfanu effeithiol. 

Gall ysgolion gael rhagor o wybodaeth am ddefnyddio’r Arolwg ar Chwaraeon Ysgol i gefnogi hunanarfarnu yn llawlyfrau hunanarfarnu Estyn. Nod y dogfennau hyn yw helpu ysgolion i gefnogi eu trefniadau hunanarfarnu a chynllunio gwelliannau. Hefyd, mae gwefan Estyn yn dangos yr arferion gorau drwy gyfrwng astudiaethau achos ac adroddiadau thematig.

Felly, gyda thîm cefnogi cadarn, hunanarfarnu effeithiol ac, wrth gwrs, ymrwymiad a gwaith caled, efallai fod medal aur o fewn cyrraedd pob un ohonom!!

School Sport Survey – an important piece of the jigsaw that will shape the future of Hockey in Wales

Hockey Wales CEO, Helen Bushell explains why the School Sport Survey is highly important when looking at the future of Hockey in Wales.

“The School Sport Survey is a really important piece of the jigsaw that we use when making decisions about the future of hockey in Wales. 

It is essential that we understand the thoughts of young people in relation to our sport, to ensure that we get things right in the future.  The school sport survey provides a significant and relevant part of the picture that helps us to do just this.

In the past sport has not traditionally been particularly effective at using evidence based data to develop and progress.  The School Sport Survey, amongst other pieces of research and data, brings us away from this situation, meaning that we no longer have to rely on assumptions, and can be certain that we are in touch with demand and current trends.

The previous survey’s data has allowed us to challenge our traditional views and perspectives, helping us to break down barriers that may have previously stopped us from addressing specific issues or targeting efforts in a particular way.

From gaining that insight into participation levels and demand across different areas of the country we have been able to identify where resources need to be targeted and relationships built.

For example the last survey highlighted that there was very limited participation on the Isle of Anglesey, targeting efforts and resources such as Hockey Agent time and focussed effort from the North Wales team and clubs since these results has helped us engage schools into our primary school participation opportunities through 4689 – the new route into Hockey.

We are all well aware of the crucial element that links between schools and community clubs have in allowing a child to progress within a sport.  The survey also allows us to target and better develop these networks between community clubs and schools, helping to identify where new relations need to be created, or where partnerships can be furthered.

The last survey’s data gave us a good starting point in gaining a real understanding of our landscape and helped motion change for significant improvements.   We are now looking forward the results from this year’s survey, so we can track our progress and continue developing our plans.
 

ZOOM UNIK::UNIK DAN UNIK Copyright © 2012 Fast Loading -- Powered by Blogger