Warung Bebas
Tampilkan postingan dengan label dunia balita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dunia balita. Tampilkan semua postingan

Selasa, 26 November 2013

Membuat Balita Cerdas Dengan Puzzle

Ingin membuat balita Anda cerdas tanpa harus memaksanya belajar? Hm, puzzle jawabannya!

Puzzle merupakan mainan yang sudah tersedia dalam aneka ragam serta bentuk yang variatif, dari yang mudah sampai yang amat sulit tingkat kesulitannya.

Puzzle membantu anak memecahkan masalah. Dengan mencoba beberapa cara memasangkan kepingan, maka si kecil dilatih kreatif. Permainan puzzle juga dapat mengasah ketekunan anak memecahkan masalah.

Jari si kecil harus memasangkan kepingan puzzle, sehingga dapat mengasah ketrampilan motorik halus si kecil. Semakin terampil jari-jari si kecil memasangkan kepingan sesuai bentuk, maka kian baik ketrampilan motoriknya.

Pada usia pra sekolah perhatian si kecil terhadap ciri fisik objek (bentuk, warna, tekstur) semakin detail. Jadi akan semakin piawai menyusun kepingan puzzle sebuah gambar besar utuh yang hasil akhirnya menggambarkan ciri detail.

Melalui puzzle, Anda juga bisa memperkenalkan huruf abjad ataupun angka. Hal yang perlu Anda perhatikan, pastikan mainan si kecil selalu bersih, karena biasanya anak-anak selalu suka menggigit-gigit mainannya.

Senin, 20 Mei 2013

Mengenalkan Menu Makanan Baru Pada Balita


Para ibu sering merasa putus asa ketika anak balitanya susah sekali untuk makan. Anda pun banyak melakukan inovasi pada variasi menu, tetapi mereka susah sekali untuk diajak kompromi.

Pertama-tama, Anda harus pahami dahulu bahwa anak susah untuk mencoba hal-hal baru bahkan mungkin saja tidak menyukai hal tersebut, termasuk dalam hal ini menu makanan baru. Tugas Andalah untuk menghilangkan anggapan negatif itu. Berikut ini tipsnya seperti dipaparkan penulis ‘The Mom 100 Cookbook: 100 Recipes Every Mom Needs in Her Back Pocket’ Katie Workman pada Parenting USA:

Jangan berspekulasi negatif
Yang harus Anda lakukan pertama kali adalah tidak berspekulasi negatif terlebih dahulu. Tanpa disadarai Anda sering beranggapan bahwa si kecil tidak suka terhadap menu baru yang Anda buat, padahal kenyataannya belum tentu seperti itu. Mungkin saja kali ini si kecil akan menyukainya.


Mulailah dengan Porsi Kecil
Katie menyebutkan hal ini berkali-kali dalam bukunya. Khususnya pada makanan olahan ikan mulailah dengan porsi kecil. Hal ini karena anak-anak akan langsung menolaknya. Mulailah dengan gigitan kecil yang lezat akan membuat anak ‘ketagihan’.


Sedikit ‘cuek’
Walaupun ini tidak baik, tetapi tidak ada salahnya Anda terlihat sedikit ‘cuek’ terhadapnya. Bila Anda terlihat sangat mengharapkan si kecil untuk mencoba makanan baru, maka kemungkinan besar anak akan menolak. Cukup dengan sedikit tidak menghiraukan saja, jangan berlebihan.

‘Manfaatkan’ teman anak Anda
Apabila tips di atas belum mampu membuat anak Anda secara sukarela mencoba makanan baru cobalah dengan mengundang teman dari anak Anda yang memiliki selera makan besar untuk makan siang di rumah. Anak kecil suka mencontoh apa yang temannya lakukan, dengan begitu anak Anda akan ikut mencoba menu makanan baru yang Anda buat.

Sumber: detik.com

Minggu, 28 April 2013

Perkembangan Keterampilan Tangan Pada Bayi 0 – 12 Bulan


Bayi sejak dilahirkan semakin hari tentu akan tumbuh dan berkembang. Begitu pula dengan ketrampilannya. Apa reaksi bayi saat ada rangsangan dari sekitarnya, dari orang tuanya atau terhadap benda-benda di sekelilingnya selalu menarik perhatian kita. Kita selalu ingin tahu perkembangan bayi kita. Sekarang anakku sudah bisa apa ya? Sekarang sudah mengenal apa saja ya?

Nah untuk itu semua, tentu bayi kita perlu melalui tahapan-tahapan, tidak langsung bisa semuanya. Seiring umur atau waktu berjalan akan semakin banyak yang ia ketahui. Berikut ini tahapan atau tahap-tahap perkembangan ketrampilan tangan untuk bayi usia 0-12 bulan.

Usia 0-2 bulan

Pada bulan-bulan pertama bayi bereaksi terhadap rangsangan inderanya dengan gerakan refleksnya. Bila kita menyentuh tangannya, ia akan refleks menggenggam. Ia pun belum menyadari keberadaan tangannya dan belum mampu memfokuskan pandangannya. Karena itulah kita perlu memperlihatkan sesuatu benda dalam jarak pandang yang dekat (sekitar 25 cm) untuk melatih koordinasi mata dan tangan.

Di tahap awal ini, wajah ibu merupakan obyek yang paling merangsang bayi untuk belajar memfokuskan pandangannya. Itu sebabnya bayi suka sekali meraba wajah ibu kala digendong. Ibu dapat membantu sang bayi, caranya pegang tangan sang bayi  lalu letakkan pada hidung, pipi, mulut, telinga maupun mata ibu. Hal ini akan membantu bayi dalam menggunakan tangannya.

Usia 3-6 bulan

Di usia 3 bulan, jangkauan pandangan bayi mulai meluas dan ia pun mulai menyadari keberadaan tangannya. Ia senang mengamati tangannya sementara ia bermain dengan tangan-tangan itu, dan bahkan memasukkannya ke mulut.

Ia pun akan berusaha menyentuh benda yang dapat ditangkap oleh matanya. Sampai akhirnya ia dapat menyentuh benda tersebut. Gantungkan mainan di atas boks dalam jarak yang dapat dijangkau oleh tangannya. Ia pasti senang dan akan mengulang-ulanginya, lantaran setiap kali ia menyentuhnya maka benda tersebut akan bergoyang.

Selanjutnya ia akan berusaha memegang benda itu (sekitar usia 4 bulan). Pada saat ini umumnya bayi mampu memiringkan badannya ke sisi kiri dan kanan. Gantungkan mainan di sisi kiri/kanan boks dan letakkan bayi dalam jarak sepanjang tangannya dapat menjangkau mainan itu. Biarkan ia berusaha sendiri sampai ia dapat memegang mainan itu.

Bisa pula dengan menggantungkan mainan di atas boksnya dalam jarak yang dapat ia jangkau. Atau letakkan mainan di telapak tangannya untuk ia genggam. Tentu mainannya tak boleh terlalu besar agar mudah dipegangnya. Atau, dudukkan ia di kereta/kursi bayi yang memiliki tempat untuk meletakkan mainannya. Biasanya di usia 6 bulan ia sudah bisa mengambil benda dan memegangnya dengan menggenggam.

Jagalah kebersihan dan keamanan mainannya, karena ia akan mulai memasukkannya ke mulut.

Usia 7-12 bulan

Di awal usia ini bayi mulai menyadari bahwa ia dapat menggunakan tangannya untuk "menyelidiki" obyek-obyek dengan memegangnya dan memasukkannya ke dalam mulut. Tapi jangan beri sekaligus banyak mainan, karena ia baru dapat memusatkan perhatian pada satu benda saja. Bila ia kelihatan sudah mulai bosan dengan satu mainan, gantilah dengan mainan lain.

Sekitar usia 8 bulan ia mulai menggunakan jari-jemarinya untuk memegang benda. Sebulan kemudian ia dapat memegang benda dengan jari-jarinya, tidak lagi dengan seluruh telapak tangan (menggenggam). Pada perkembangan selanjutnya ia akan mampu memegang benda kecil di antara ibu jari dan telunjuk. Juga dapat menunjuk ke suatu obyek dengan telunjuknya.

Agar ia terampil memegang benda dengan ibu jari dan telunjuk, kita dapat melatihnya dengan meletakkan potongan kue di antara kedua jari itu. Beri contoh bagaimana memegangnya, lalu masukkan makanan itu ke dalam mulutnya. Setelah itu bantu ia melakukannya hingga akhirnya ia mampu melakukannya sendiri. Latihan ini sangat penting untuk persiapan memegang tangkai cangkir, pensil dan benda kecil lainnya.

Di awal usia ini ia juga mulai belajar memindahkan benda dari tangan yang satu ke tangan yang lain. Kita dapat membantu dengan meletakkan mainan di telapak tangannya lalu mengangkat benda itu dan memindahkannya ke tangan yang lain. Setelah itu pegang tangannya yang memegang mainan itu lalu bantu ia memindahkan mainan itu ke tangannya yang lain. Selanjutnya beri contoh bagaimana kita memindahkan mainan itu dari tangan kita yang satu ke tangah yang lain. Ajak ia melakukannya sendiri tanpa dibantu lagi.

Sekitar usia 10 atau 11 bulan ia mulai menjatuhkan benda ke lantai. Kita sebaiknya tidak mengambilkannya, tapi minta ia untuk mengambilnya sendiri. Bila ia belum mengerti, pegang tangannya dan beri contoh bagaimana cara mengambil benda itu. Sediakan mainan yang tak mudah pecah bila dijatuhkan dan mudah diambil.

Ia pun mulai senang memasukkan benda-benda kecil ke dalam sebuah wadah. Apalagi jika wadahnya terbuat dari kaleng. Karena setiap kali ia memasukkan benda akan menimbulkan bunyi.

Untuk semakin memantapkan keterampilan tangannya, lakukanlah berbagai aktivitas. Misalnya menggelindingkan bola, tepuk tangan, melambai, menyusun balok, memegang gelas, dan sebagainya.

Jumat, 19 April 2013

Cara Menghilangkan Stres Pada anak


Dari waktu ke waktu semua orang bisa merasakan tertekan, tak terkecuali pada anak. Ini normal! Malah sebenarnya, mungkin anak-anak  tidak bisa berhasil tanpa sedikit stres yang sehat, yang akan membuat mereka tetap bangun untuk melakukan apapun. Mereka hanya akan tinggal di tempat tidur dan berkata “Jangan kuatir, aku akan baik-baik saja ketika ujian tiba. Aku tidak perlu belajar”. Bayangkan bagaimana ibu dan ayah bereaksi ketika mendengar anaknya berkata seperti itu.

Jadi, sedikit stres akan membuat anak bangun dan termotivasi untuk melakukan sesuatu. Tetapi terlalu banyak stres tidak baik dan bisa membuat anak mengalami depresi dan sakit. Terlalu banyak stres dapat membuat anak panik dan merasa lepas kendali, sehingga anak merasa tidak mampu melakukan apapun. Jika sang anak merasa seperti ini, cobalah beberapa cara untuk menghilangkan stres pada anak berikut :

1.    Beri Otak Anak Istirahat
Teknik ini akan membantu anak menenangkan pikiran. Ajarkan pada anak untuk melakukan hal berikut :
  • Duduklah di bangku dengan tangan dilonggarkan di pangkuan dan kaki menapak datar di lantai.
  • Pejamkan mata
  • Pikirkan sebuah kolam kecil. Mungkin kolam yang dikenal si anak atau hanya dapat dibayangkan saja
  • Bayangkan si anak berdiri di tepi kolam
  • Hiruplah udara. Apa yang bisa dia cium? Bau rumput yang baru dipangkas? Wangi bunga?
  • Pungut sebuah batu kecil halus dari tanah di dekat kakinya. Rasakan kehalusannya menyentuh kulitnya.
  • Lemparkan dengan lembut batu tu ke dalam kolam
  • Perhatikan air memercik ke atas
  • Perhatikan air menutup diatas batu ketika ia tenggelam
  • Perhatikan cincin-cincin riak air menyebar ke arah luar dan menghilang.
  • Perhatikan air menjadi tenang kembali
  • Perhatikan kupu-kupu berterbangan di atas air yang tenang.
2.    Bernafas Panjang dan Dalam
Duduklah di bangku dengan tangan dilonggarkan di pangkuan kaki menapak datar di lantai. Pejamkan mata. Mulai tarik napas dengan dalam, tanpa mengeluarkan suara. Pikirkan saja napas terhirup masuk dan tidak memikirkan hal lainnya. Tahan sebentar. Kemudian hembuskan keluar dan tidak memikirkan hal lainnya. Ulangi 10 kali.

3.    Tertawa
Pastikan si anak tertawa dengan enak setiap hari. Tertawa adalah suatu cara terbaik untuk santai dan membuat anak merasa positif tentang segala sesuatu.

4.    Tidur
Bila anak merasa sulit tidur, bantulah mereka dengan cara member minuman hangat sebelum tidur. Atau bisa mengusap punggung dan perutnya dengan minyak aromaterapi yangbisa menenangkannya.

5.    Olahraga yang berkualitas
Ajak anak berolah raga yang berkualitas, seperti berjalan-jalan keliling komplek rumah, dan ini bukan berarti menyuruhnya berjalan dari dapur ke rumah, kemudian kembali lagi ke dapur.

6.    Memasang musik di kamar
Pasanglah musik yang lembut di kamar anak, seperti musik klasik. Musik dapat menengkan fikiran dan membuat otot-otot rileks setelah anak capek bermain seharian.


7.    Saat untuk Mencoret-coret.
Siapkan kertas putih yang kosong, jangan bergaris ( karena kertas bergaris dapat menghambat ide kreatif yang ada di otak anak ). Ambil spidol warna-warni. Biarkan anak berkreasi dengan mengalirkan ide-ide di pikirannya. Coretan-coretan yang mereka buat ketika membuat gambar  akan membantu menenangkan pikirannya.

Kamis, 11 April 2013

Olahraga Untuk Anak Dan Balita

Balita membutuhkan aktivitas fisik untuk merangsang pertumbuhan motorik kasarnya. Karena itu, dorong si kecil untuk melakukan aktivitas fisik. Kenalkan olahraga dalam aktivitas hariannya sehingga ia tak terlalu tertarik dengan televisi. Balita yang kurang bergerak bukan cuma berisiko terkena obesitas tapi juga bermasalah dengan perkembangan mental. Kemampuan sosialnya pun terhambat.

Mengajak balita berolahraga tak perlu paksaan. Pada umumnya, balita akan meniru apa yang dilakukan oleh orang tua. Jika orang tua nyaman jogging pagi, ajak si kecil ikut serta. Biarkan dia mengendarai sepeda kecilnya. Kalau Anda punya binatang peliharaan anjing, sekalian saja ajak peliharaan jalan-jalan. Balita berusia 4-5 tahun biasanya sudah suka bersepeda.

Pada akhir pekan, beri variasi. Ajak si kecil berenang, misalnya. Tidak usah memintanya untuk berenang dengan benar, kok. Cukup ajak ia menggerakkan tubuhnya di dalam air. Pilih kolam yang aman. Anak-anak yang berusia lebih kecil juga bisa diajak berenang. Saat ini juga sudah banyak layanan renang bayi atau baby spa. Tidak perlu khawatir si kecil akan tenggelam, yang penting Anda full perhatian saat menjaganya.

Anak-anak usia 4-5 tahun juga sudah bisa diajak bersenam. Mereka bisa menggerakkan badan ke kiri dan kanan, depan dan belakang. Sertai dengan musik menarik, maka balita bisa menikmati acara olahraganya. Jika ingin mencoba, boleh saja Anda mendaftarkan si kecil pada kelas balet. Ini berguna untuk struktur dan postur tubuh si kecil.

Untuk anak-anak lebih besar, ajak mereka untuk main bola. Anda boleh mendaftarkan ke klub olahraga namun jangan dipaksakan. Tujuan anak berolahraga dalam sebuah klub ialah bersenang-senang dan menikmati aktivitas olahraga, bukan untuk mencetak juara cilik.

Sesekali mengajak si kecil ke wahana outbound juga akan bermanfaat bagi fisik dan mentalnya. Anak-anak akan menjajal hal baru. Itu akan meningkatkan kepercayaan diri. Berdiri melalui titian misalnya, melatih keseimbangan. Bermain fly fox juga akan memupuk keberanian si kecil. Namun, jangan pernah memaksanya. Jika ia sudah terlanjur ketakutan, tak perlu memaksa dan membujuk, apalagi mengancam. Ingat, fokus utama ialah untuk menumbuhkan kecintaan anak akan aktivitas fisik yang berguna bagi perkembangan motorik dan mental.
 

ZOOM UNIK::UNIK DAN UNIK Copyright © 2012 Fast Loading -- Powered by Blogger